Guake! Top-Down Terminal dengan Sekali Tekan

Apakah anda terbiasa menggunakan aplikasi terminal di Fedora? Jika iya, maka ada cara tercepat untuk membuka aplikasi ini dengan hanya menekan satu tombol saja pada keyboard. Cara tersebut yaitu menggunakan aplikasi Guake Terminal.

Guake adalah terminal top-down untuk desktop gnome, seperti Yakuake Console Emulator di KDE Desktop, Tilda, atau semua terminal yang digunakan dalam quake. Kelebihan lain dalam menggunakan Guake selain dari gaya top-down-nya adalah terminal ini sangat ringan saat dipanggil, karena terminal ini tidak akan dimatikan saat ditutup, tetapi disimpan di dalam RAM untuk suatu saat dapat dipanggil kembali. Cocok untuk anda yang sering menggunakan terminal dalam menggunakan Linux, karena hanya dengan menggunakan tombol F12 pada keyboard, maka Guake akan muncul seketika.

Untuk meng-install Guake di Fedora anda ketikkan perintah berikut di terminal :

[bash] $ su -c ‘yum install guake’ [/bash]

Setelah proses instalasi selesai, jalankan Guake sehingga muncul terminal dari bawah panel seperti gambar di bawah ini :

Jika ingin mengubah tranparasi tampilan Guake Terminal, klik kanan pada bagian tampilan terminal, lalu pilih preferences sehingga tampil pengaturannya seperti gambar di bawah ini. Atur transparasi dan yang lain sesuai kebutuhan. Setelah pengaturan selesai, tekan tombol F12 untuk mengecek hasilnya.

Agar Guake dapat berjalan secara otomatis pada saat menyalakan komputer, tanpa harus membuka/menjalankan lewat start menu, maka atur saja di konfigurasi startup application versi GUI dengan cara tekan ALT + F2, lalu ketikkan “gnome-session-properties”.

Untuk menambah aplikasi Guake pada sesi startup fedora, klik tombol Add lalu isikan datanya seperti gambar di bawah ini. Jika akan mengubah klik tombol Edit. Untuk lokasi aplikasi Guake berada di dalam direktori /usr/bin/.

Setelah selesai menambahkan Guake pada sesi startup, reboot Fedora anda, lalu setelah masuk kembali ke lingkungan desktop Fedora, tekan F12 untuk menampilkan Guake Terminal. Tekan F12 lagi untuk menutup Guake Terminal.

Selamat mencoba.

Fedora Indonesia in AMiGOS (Anak Minang Go Open Source)

There is something special event from open source communities at Padang, West Sumatera, Indonesia; where all of community from West Sumatera have been gathering with one vision and one mission. It happens on September 16th, 2012, at Royal Steak Cafe, KIS Mangunsarkoro Street (A11), Padang. This event called “Gathering & Halal bi Halal Komunitas Open Source Sumatera Barat”.

This gathering was attended by fedora-id (Fedora Indonesia Regional Sumatera Barat, represent by inibudi), KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) PadangARM (Android RanahMinang)Android PadangIBT-S (Indonesian Backtrack – Sumbar)ELCO UNP (Electronic Linux Community Universitas Negeri Padang), and SLiMS Sumbar. As the host of this event is Android Ranah Minang (ARM). This event was created by them as a follow up from FedoraActivity Day (FAD) Padang 2012 on August 11st. 2012, at Graha Telkom Sumbar. In one session of FAD, ARM and the others communities are invited to speech or share about their experiences, especially about open source.

Gathering & Halal bi Halal Komunitas Open Source Sumatera Barat” was attended by 20 people. Events filled with introductions from every community in the Sumatera Barat, starting from ARM, Android Padang, IBT-S, fedora-id, KPLI Padang, ELCO UNP, and SliMS Sumbar. Then filled with the introduction of Android by ARM. This event takes place from 14:00 pm to 18:00 pm. 

The last session from this event is discussion. Because every community has the same vision and mission, then formulated some of which are as follows :

  1. Creating a container or communication forum called AMiGOS (Anak Minang Go Open Source). The name of this forum is still tentative.
  2. Creating a new facebook group to facilitate the dissemination of information from each others (https://www.facebook.com/groups/anakminanggoopensource/).
  3. Planning to create a calender of activities to facilitate the implementation of community together.
  4. Planning to make joint application.

Hopefully, AMiGOS will be able to change the paradigm of the young West of Sumatra in studying and developing open source applications.

other link:
[1] http://malinbungsu.blogspot.com/2012/09/amigos-anak-minang-go-open-source.html